Terumbu Karang

Posted: Februari 13, 2010 in Pengantar Multimedia

Kompetisi Desain Poster Terumbu Karang COREMAP II – DEEP INDONESIA 2010

LATAR BELAKANG

Pameran DEEP Indonesia 2010 adalah sebuah pameran internasional yang memamerkan perkembangan aktivitas selam, wisata petualangan dan olah raga air di Indonesia, yang akan diselenggarakan mulai tanggal 12–14 Maret 2010 di Hall A, Jakarta Convention Center.

Deep Indonesia 2010 memiliki sasaran untuk mempromosikan industri wisata bahari melalui kegiatan selam, olah raga perairan dan wisata petualangan sekaligus mengajak masyarakat untuk mencintai laut dan sumber daya kelautan.

Salah satu tujuan dari pameran DEEP Indonesia 2010 adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi lingkungan hidup terutama lingkungan hidup kelautan dan sumber daya kelautan. Tujuan inilah yang menjadi dasar dari diselenggarakannya Kompetisi Desain Poster Digital oleh PT. Exhibition Network Indonesia, sebagai penyelenggara pameran bekerjasama dengan Coremap II, sebuah lembaga rehabilitas terumbu karang di bawah Departemen Kelautan & Perikanan Indonesia.

DEEP Indonesia 2010 didukung sepenuhnya oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata secara resmi telah mencanangkan pameran DEEP Indonesia sebagai salah satu agenda nasional untuk pengembangan industri selam dan wisata bahari di tanah air. DEEP Indonesia 2010 juga mendapat dukungan penuh dari media-media komunitas terkait tingkat internasional.

LINGKUP KARYA DAN PESERTA KOMPETISI

Kompetisi desain poster dalam wujud digital untuk umum.

Poster merupakan medium komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan yang singkat tetapi padat, dan impresif karena ukurannya yang relatif besar. Desain poster digital yang dimaksud adalah karya poster dibuat dengan menggunakan program grafis di komputer atau dibuat/ digambar secara manual kemudian dipindai (scanned) atau difoto digital agar berwujud digital. Tujuan digitalisasi ini adalah agar mempercepat, mempermudah dan mengurangi pengeluaran biaya pencetakan. Walaupun bentukan akhirnya adalah digital, tetapi peserta Kompetisi dianjurkan untuk melakukan penilaian ulang mengenai faktor ukuran sebenarnya dari poster tersebut; yaitu setara dengan 60 x 90 cm.

OBJEKTIF KOMPETISI

a. Tema poster: “Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang untuk Kesejahteraan“

b. Target poster: “Sasaran utama komunikasi adalah untuk merubah prilaku masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam kelestarian terumbu karang”.

c. Tujuan poster:

– mengkomunikasikan tema,

– menggugah masyarakat umum untuk menjadi individu/komunitas yang aktif berpartisipasi menjadi pelestari lingkungan hidup dan sumber daya kelautan,

– menghidupkan kecintaan para nelayan dan masyarakat umum akan manfaat kelestarian alam untuk kekayaan potensi kehidupan laut, serta keindahan alamnya,

– menggugah kesadaran para nelayan dan masyarakat umum agar melakukan upaya pencegahan individu/kolektif atas perusakan kehidupan kelautan.

d. Anjuran:

Peserta Kompetisi dianjurkan untuk memperdalam referensi tentang tema Kompetisi, membangun esensi masalah dan sasaran komunikasi (terutama cara pemilihan gaya bahasa atau kata-kata yang cocok untuk masyarakat Indonesia secara umum), serta mengkaji manfaat desain dan fungsi poster. Terlampir dokumen “Ekosistem Terumbu Karang” yang dapat digunakan sebagai acuan dasar pembuatan konsep visual.

KETERANGAN TEKNIS KOMPETISI

a. Format karya poster:

– karya asli: dibuat dengan format RGB, tiff, ukuran 3543 x 5315 pixels (setara dengan 60 x 90 cm, 150 pixels/inch) , posisi vertikal,

– thumbnail (perkecilan) karya: dibuat dengan format RGB, jpg, ukuran 534 x 800 pixels (setara dengan 9 x 13.5 cm, 150 pixel/inch), posisi vertikal, file size < 220 KB.

b. Ketentuan karya:

– teknis dan gaya visualisasi bebas, orisinal, asli 100% buatan sendiri dan tidak memakai elemen yang melanggar hak cipta (pastikan apabila menggunakan gambar/foto yang didownload dari internet atau dari sumber manapun, hak ciptanya ada pada peserta) dan etika pembuatan karya cipta (bukan tiruan atau jiplakan),

– apabila ada pembuktian pelanggaran ketentuan ini, karya akan dianulir dan/atau dibatalkan penghargaannya,

– karya bisa berupa hasil kerja individual atau kolaborasi dengan mengatasnamakan salah satu individu yang terlibat penuh dan memenuhi persyaratan sebagai peserta,

– karya bisa dibuat dengan menggunakan program grafis di komputer atau dibuat/digambar secara manual kemudian dipindai (scanned) atau difoto digital, sehingga berwujud digital,

– hak cipta seluruh karya yang diterima panitia merupakan milik masing-masing peserta. Panitia, penyelenggara dan pihak sponsor berhak mempublikasikan karya tersebut dengan memberi informasi/kredit pemilik hak ciptanya.

c. Ketentuan isi paket/amplop pengiriman karya:

– 1 buah CD (compact disc) berisi karya asli dan thumbnail karya

– 1 buah komputer printout karya ditempel ke atau pada kertas A4 tebal

– 1 formulir registrasi Kompetisi (cetakan/printout/ foto kopi) yang sudah diisi lengkap (biodata dan penjelasan/rasional isasi karya)

– 1 buah photocopy KTP

– Tulis “Kompetisi Desain Poster Deep Indonesia 2010” pada sudut kiri atas amplop dan amplop tidak digulung/dilipat.

d. Waktu dan alamat pengiriman karya:

– paket/amplop karya selambat-lambatnya diterima di alamat panitia tanggal: 5 Maret 2010, jam 17.00 wib (BUKAN CAP POS)

– karya dikirim langsung/via pos ke alamat panitia.

PENJURIAN

Seluruh karya terkirim akan mendapat kesempatan dinilai oleh dewan juri yang akan dilakukan pada tanggal 9 maret 2010. Satu nama peserta hanya punya kesempatan untuk mendapat satu penghargaan.

Dewan Juri terdiri dari profesional di bidang desain grafis dan advertising, serta wakil dari Coremap II.

Keputusan dewan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan komunikasi atau surat menyurat. Jika setelah hasil keputusan juri, kemudian terbukti karya pemenang mengandung unsur pelanggaran ketentuan Kompetisi (terutama pelanggaran unsur hak cipta dan adanya penjiplakan/ plagiasi) , maka karya tersebut dapat dibatalkan sebagai pemenang, termasuk pembatalan penghargaannya.

Hal yang dijadikan dasar penilaian juri adalah:

– orisinalitas karya,

– kesesuaian tema dan konsep desain,

– lingkup kedalaman eksplorasi tema serta komunikatif dalam menyampaikan pesan,

– inovasi serta sisi artistik penyajian visual.

PENGHARGAAN

Pemenang kompetisi ini akan mendapatkan sertifikat dan hadiah apresiasi, dalam bentuk sebagai berikut:

a. Pemenang pertama: uang Rp. 5.000.000,-dan hadiah hiburan sponsor

b. Pemenang kedua: uang Rp. 3.000.000,- dan hadiah hiburan sponsor

c. Pemenang ketiga: uang Rp. 2.000.000,-dan hadiah hiburan sponsor

d. Beberapa peserta finalis lainnya akan mendapat hadiah dari sponsor.

Karya pemenang, finalis dan beberapa karya peserta yang layak, akan dipamerkan di acara DEEP Indonesia 2010, tanggal 12–14 Maret 2010 di Hall A, Jakarta Convention Center, dan akan diberikan sertifikat tanda keikutsertaan pameran dan publikasi tingkat internasional.

Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada acara tersebut pada tanggal 14 Maret 2010. Karya finalis juga akan ditayangkan mulai tanggal 10 Maret 2010 di situs internet dengan alamat:

INFORMASI LEBIH LANJUT:

Panitia Kompetisi Desain Poster

Terumbu Karang Coremap II

Jl. Tebet Barat 5C no 30

Jakarta 12810

KONTAK PANITIA: (harap tidak via sms)

Stella: 0812 959 8875 / 021 985 38382

Caroline Wong: 0817 999 2992 / 021 973 92929

INFORMASI INI DAN FORM REGISTRASI KOMPETISI BISA DIAKSES DARI:

http://www.deepindonesia. com

http://www.fdgi.info

http://www.xnetindonesia. com

http://www.dkp.go.id

http://www.coremap. or.id

LAMPIRAN

Ekosistem Terumbu Karang

Hutan bakau, padang lamun dan terumbu karang merupakan tiga ekosistem penting di daerah pesisir perairan tropika. Hutan bakau dan padang lamun berperan penting dalam melindungi pantai dari arus dan hempasan ombak, selain itu juga berperan penting sebagai tempat memijah, membesar dan mencari makan dari berbagai biota, termasuk yang menghuni ekosistem terumbu karang. Diketahui bahwa ekosistem terumbu karang dihuni oleh lebih dari 93.000 spesies, bahkan diperkirakan lebih dari satu juta spesies mendiami ekosistem ini. Ekosistem terumbu karang yang sangat kaya akan plasma nutfah ini, kendati tampak sangat kokoh dan kuat, namun ternyata sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.

Ekosistem terumbu karang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan laut seperti tingkat kejernihan air, arus, salinitas dan suhu. Tingkat kejernihan air dipengaruhi oleh partikel tersuspensi antara lain akibat dari pelumpuran dan ini akan berpengaruh terhadap jumlah cahaya yang masuk ke dalam laut, sementara cahaya sangat diperlukan oleh zooxanthella yang fotosintetik dan hidup di dalam jaringan tubuh binatang pembentuk terumbu karang.

Arus membawa oksigen yang dibutuhkan hewan-hewan terumbu karang. Kekuatan arus mempengaruhi jumlah makanan yang terbawa dengan demikian mempengaruhi juga kecepatan pertumbuhan binatang karang. Suhu laut optimum bagi kehidupan terumbu karang adalah antara 26o-28οC, kenaikan atau penurunan suhu dalam waktu yang relatif lama dapat mengakibatkan kematian hewan karang.

MENGENAL BINATANG KARANG

Binatang karang, atau beberapa biota lainnya yang hidup di dalam ekosistem terumbu, karang mampu membentuk zat yang keras dari zat kapur yang di sebut sebagai karang. Binatang karang adalah pembentuk utama ekosistem terumbu karang. Binatang karang berukuran sangat kecil, disebut polip, yang dalam jumlah ribuan membentuk koloni yang dikenal sebagai karang (karang batu atau karang lunak). Proses pembentukan sebuah koloni memakan waktu yang sangat lama, dan untuk bisa membentuk suatu ekosistem terumbu karang akan memakan waktu sampai ribuan tahun. Walaupun terlihat sangat kokoh, karang sebenarnya sangat rapuh dan mudah hancur.

FUNGSI DAN NILAI TERUMBU KARANG

Ekosistem terumbu karang merupakan gudang persediaan makanan dan bahan obatobatan bagi manusia di masa kini maupun di masa mendatang. Selain itu keindahannya juga menjadi daya tarik yang bisa menjadi sumber devisa bagi negara melalui kegiatan pariwisata. Wisata bahari Indonesia tengah berkembang pesat dan ekosistem terumbu karang merupakan salah aset utamanya.

Ekosistem terumbu karang adalah tempat tinggal bagi ribuan binatang dan tumbuhan yang banyak diantaranya memiliki nilai ekonomi tinggi. Berbagai jenis binatang mencari makan dan berlindung di ekosistem ini. Berjuta penduduk Indonesia bergantung sepenuhnya pada ekosistem terumbu karang sebagai sumber pencaharian. Jumlah produksi ikan, kerang dan kepiting dari ekosistem terumbu karang secara lestari di seluruh dunia dapat mencapai 9 juta ton atau sedikitnya 12% dari jumlah tangkapan perikanan dunia. Sumber perikanan yang ditopang oleh ekosistem terumbu karang memiliki arti penting bagi masyarakat setempat yang pada umumnya masih memakai alat tangkap tradisional.

Selain nilai ekonominya, ekosistem terumbu karang juga merupakan laboratorium alam yang sangat unik untuk berbagai kegiatan penelitian yang dapat mengungkapkan penemuan yang berguna bagi kehidupan manusia. Beberapa jenis spongs, misalnya, merupakan binatang yang antara lain terdapat di ekosistem terumbu karang yang berpotensi mengandung bahan bioakif yang dapat dijadikan bahan obat-obatan antara lain untuk penyembuhan penyakit kanker. Selain itu binatang karang tertentu yang mengandung kalsium karbonat telah dipergunakan untuk pengobatan tulang rapuh. Fungsi lain dari ekosistem terumbu karang yang hidup di dekat pantai ialah memberikan perlindungan bagi berbagai properti yang ada di kawasan pesisir dari ancaman pengikisan oleh ombak dan arus.

KENALI DAN CINTAI EKOSISTEM TERUMBU KARANG KITA

Apa yang disediakan oleh ekosistem terumbu karang bagi kepentingan manusia?

• sumber makanan dengan protein tinggi,

• sumber bahan obat-obatan,

• sumber bahan bangunan,

• sumber penghasilan: berupa hasil tangkapan seperti ikan, udang dan agar-agar; usaha pariwisata seperti menyelam dan memancing,

• melindungi pantai dari hempasan ombak dan arus.

Apa yang telah dilakukan manusia terhadap ekosistem terumbu karang?

• menggunakan alat-alat tangkapan yang merusak seperti bom, dan potas sehingga terjadi:

➢ tangkapan yang berlebihan (over fishing)

➢ terumbu karang hancur dan mati,

➢ ikan-ikan kecil yang tidak menjadi sasaran tangkapan ikut mati, menjadi terbuang sia-sia.

• membangun terlalu dekat dengan garis pantai, dan menguruk pantai menjadi lahan untuk pembangunan sehingga terjadi pelumpuran,

• mencemari terumbu karang dengan sampah, tumpahan minyak, buangan industri dan sisa-sisa pestisida dan insektisida untuk pertanian,

• melempar jangkar dan berjalan-jalan di atas terumbu karang,

• penebangan hutan dan pohon-pohon di sepanjang aliran sungai yang menyebabkan pelumpuran,

• pengambilan karang berlebihan untuk diperdagangkan,

• penambangan karang berlebihan untuk pembuatan kapur, bahan bangunan dan fondasi jalan.

Setelah mengenali, maka cintai dan periharalah terumbu karang kita, karena terumbu karang adalah:

• terbentuk melalui suatu proses kehidupan yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk tumbuh berkembang sehingga menjadi seperti kondisi yang terlihat sekarang ini,

• tempat tinggal, berkembang biak dan mencari makan ribuan jenis hewan dan tumbuhan yang menjadi tumpuan kita,

• Indonesia memiliki ekosistem terumbu karang terluas di dunia (75.000 km2), tetapi hanya tinggal sedikit saja (6,20%) dalam kondisi yang masih sangat bagus,

• sumber daya laut yang mempunyai potensi ekonomi yang sangat tinggi (untuk perikanan, pariwisata dan perlindungan daerah pesisir), aabila dalam kondisi yang sangat baik,

• labotorium alam yang sangat menunjang pendidikan dan penelitian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan,

• potensi di masa depan untuk sumber lapangan kerja masyarakat luas.

TERUMBU KARANG INDONESIA

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari lebih 17.504 buah pulau besar dan kecil, dengan panjang garis pantai mencapai hampir 95.181km yang dilindungi oleh ekosistem terumbu karang, ekosistem padang lamun dan ekosistem mangrove. Indonesia merupakan salah satu Negara terpenting di dunia sebagai penyimpan keanekaeagaman hayati laut tertinggi.

Di Indonesia terdapat 2,500 spesies of molluska, 2,000 spesies krustasea, 6 spesies penyu laut, 30 mamalia laut, dan lebih dari 2,500 spesies ikan laut. Luas ekosistem terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 75.000 km2 yaitu sekitar 12 sampai 15 persen dari luas terumbu karang dunia. Dengan ditemukannya 362 spesies scleractinia (karang batu) yang termasuk dalam 76 genera, Indonesia merupakan episenter dari sebaran karang batu dunia.

Ekosistem pesisir (padang lamun, mangrove dan terumbu karang) memainkan peranan penting dalam industri wisata bahari, selain memberikan pelindungan pada kawasan pesisir dari hempasan ombak dan gerusan arus. Selain itu ekossistem pesisir ini merupakan tempat bertelur, membesar dan mencari makan dari beaneka ragam biota laut yang kesemuanya merupakan sumber produksi penting bagi masyarakat pesisir.

Di samping peranannya yang penting, ekosistem terumbu karang Indonesia dipercaya sedang mengalami tekanan berat dari kegiatan penangkapan ikan dengan mempergunakan racun dan bahan peledak. Selain itu penangkapan berlebihan sedimentasi dan pencemaran juga merupakan ancaman yang tak kalah beratnya. Belakangan ini diperkirakan hamper 25 persen dari kehidupan di ekosistem terumbu karang telah mati, antara lain akibat dari peningkatan suhu mencapai sebesar 4O C. Pada tahun 1994 LIPI mengadakan survei pada 371 buah station transek nasional dengan menggunakan prosedur standar pemantauan internasional. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi ekosistem terumbu karang Indonesia telah mengalami kerusakan yang sangat serius.

Ekosistem terumbu karang adalah ekosistem yang mengandung sumber daya alam yang dapat memberi manfaat besar bagi manusia. Dari itu diperlukan kearifan manusia untuk mengelolanya, yang bisa menjadikan sumber daya alam ini menjamin kesejahteraan manusia sepanjang zaman. Tanpa menghiraukan masa depan dan terus-menerus merusak, ekosistem terumbu karang akan menjadi semacam padang gurun tandus di dalam laut yang hanya dipenuhi oleh patahan-patahan karang dan benda mati lainnya. Karena itu pengelolaan sangat diperlukan untuk mengatur aktivitas manusia serta mengurangi dan memantau cara-cara pemanfaatan yang merusak.

Pengelolaan terumbu karang harus berbasis pada keterlibatan masyarakat, sebagai pengguna langsung sumber daya laut ini. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya terumbu karang sangat penting mulai dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan sampai pada tahap evaluasi dari suatu cara pengeloaan. Indonesia yang terletak di sepanjang katulistiwa, mempunyai terumbu karang terluas di dunia tersebar mulai dari Aceh sampai Irian Jaya. Dengan jumlah penduduk 200 juta jiwa, yang 60 persennya tinggal di daerah pesisir, maka terumbu karang merupakan tumpuan sumber penghudupan utama.

Di samping sebagai sumber perikanan, terumbu karang memberikan penghasilan antara lain industri ikan hias sampai pada tingkat nelayan pengumpul. Terumbu juga merupakan sumber devisa bagi negara, termasuk usaha pariwisata yang dikelolah oleh masyarakat nelayan.

Sayangnya terumbu karang di Indonesia semakin memburuk kondisinya, yang secara langsung dapat dibuktikan dari hasil tangkapan ikan oleh nelayan yang semakin menurun. Selain jumlah hasil tangkapan ikan semakin menurun, juga ukuran ikannya semakin kecil disamping itu nelayan memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencari ikan. Peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan di daerah pesisir yang semakin meluas, menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap ekosistem terumbu karang.

Apa masalah dasar yang dihadapi ekosistem terumbu karang Indonesia?

• kurangnya kesadaran akan nilai penting sumber daya ekosistem terumbu karang baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya,

• hampir tidak ada pengelolaan sumber daya ekosistem terumbu karang,

• walaupun telah ada peraturan perundang-undangan yang menyangkut pemanfaatan dan pelestarian sumber daya ekosistem terumbu karang, penegakan hukum yang terjadi masih sangat lemah,

• pembangunan industri yang tidak tekendali di kawasan pesisir yang memberikan dampak sangat negative terhadap kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang,

• kemiskinan masyarakat hidup di kawasan pesisir menyebabkan tidak ada pilihan lain selain terus-menerus memanfaatkan sumber daya yang ada,

• kurangnya keinginan politis untuk menanggulangi masalah.

Informasi selanjutnya:

http://www.coremap. or.id

http://www.dkp.go.id

Download > Formulir Registrasi Lomba Desain Poster Digital “Deep Indonesia 2010″

Reply to sender | Reply to group

Messages in this topic (1)

Recent Activity: New Members 10

Visit Your Group Start a New Topic

Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s