Media Transmisi

Posted: Januari 13, 2010 in Jaringan Komputer

Persyaratan Medium

Bandwidth

Transmission impairments

Interference

Number of receiver

Media Transmisi

Guided Transmission Media (terpandu)

Twisted pair

Coax cable

Optical fiber

Non Guided Transmission Media (Wireless)/Radio

Satelite Microwave

Terrestrial Microwave

Radio

Infrared

Karakteristik media transmisi terpandu

Two–Wire Open Lines

– Each wire insulated from the other

– Signal : voltage or current one wire, ground the other

– Distance : < 50 m

– Bit Rates : < 19.2 kbps

– Applications : DTE (Data Terminal Equipment) to DCE (Data Circuit – terminating Equipment)

– Problems : Noise

Twisted–Pair Lines

– Pair of wires twisted together.

Advantages :

-Less sensitive to noise.

-Noise signal picked by both, no difference signal

– Bit Rates : ~ 1 Mbps (1 Gbps)

– Distance : < 100m

– Unshielded (UTP) vs. Shielded Twisted Pairs (STP)

– Drawbacks: Skin effect and capacity limitation

Kabel Koaksial
(Coaxial cable)

Signal center conductor + outer circular ground

10 Mbps over several hundred meters

Jenis-jenis media kawat tembaga

Jenis Kabel Coax :

10Base2 : 50-ohm coax, disebut thinnet, rentang jaringan dapat mencapai 185 m dan per segmen dapat dipasang 30 host. Jenis konektor yang digunakan adalah AUI dan lazimnya digunakan pada topologi jaringan bus.

10Base5 : 50-ohm coax, disebut thicknet, rentang jaringan dapat mencapai 500 m dan per segmen dapat dipasang 208 host. Jenis konektor yang digunakan adalah AUI dan lazimnya digunakan pada topologi jaringan bus.Akan tetapi dengan repeater rentang jaringan dapat dikembangkan hingga 2500 m dengan total host hingga 1024

Jenis-jenis media kawat tembaga
(UTP : Unshielded Twisted Pair)

Ada beberapa kategori media UTP

Category 1: twisted-pair (UTP) dikenal sebagai kabel telefon

Category 2: UTP digunakan pada laju data hingga 4 Mbps

Category 3: UTP digunakan pada laju data hingga 10 Mbps (jari-ngan 10BaseT memerlukan persyaratan minimum dengan kabel ini)

Category 4: UTP digunakan pada laju data hingga 16 Mbps (digunakan pada jaringan Token Ring)

Category 5: UTP digunakan pada laju data hingga diatas 100 Mbps (biasanya juga dapat digunakan untuk 1000 Mbs), panjang persegmen dapat mencapai 100m. Menggunakan jenis konektor MII RJ-45, yang digunakan pada jaringan dengan topologi star dan bus.

Category 6: UTP digunakan pada laju data hingga diatas 1000 Mbps (biasanya juga dapat digunakan untuk 1000 Mbs), digunakan untuk mendukung Gigabit Ethernet

Jenis-jenis media kawat tembaga (Lanjutan)

100BaseTX : EIA/TIA Category 5, 6, atau 7 adalah kabel two-pair, untuk satu host per segmen; dengan rentang mencapai 100m, menggunakan konektor MII RJ-45, yang digunakan pada jaringan dengan topologi star dan bus.

100BaseFX : Berdasar kabel fiber-optic multimode (MMF) dengan ukuran 62.5/12.5 micron. Untuk topologi jaringan point-to-point; rentang jaringan hingga mencapai 400 m. Menggunakan jenis konektor ST atau SC.

100VG-AnyLAN : merupakan jenis kabel UTP dengan kemampuan 100Mbps. Jenis kabel ini saat ini tidak banyak lagi digunakan.

1000BaseCX : Copper shielded twisted-pair yang hanya digunakan untuk panjang maksimum 25 m.

1000BaseT : Merupakan kabel diatas category 5, yang dapat mencapai 100 m.

1000BaseSX : MMF menggunakan ukuran 62.5 dan 50 –micron core, dengan laser dengan panjang gelombang 780-nanometer dan dapat mencapai rentang 260 m.

1000BaseLX : Merupakan single-mode fiber (SMF) yang berukuran 9-micron, dengan laser 1300 nanometer. Rentang jaringan dapat mencapai 3 bahkan 10 km.

Fiber Composition

– Glass core (high refractive index)

– Glass Cladding (Low refractive index)

– Plastic coating

Single core dan Multi core

Jenis Kemasan FO
1-Fiber cable, 2-Fiber cable, dan 6-Fiber cable,

Data Spesifikasi FO

Areal Cable with FO

Submarine Cables
optical fiber submarine cable for repeaterless
applications

Types FO:

– Multimode : Less Expensive

– Monomode : Bandwidth 100s Mbps to Gbps

Tanggapan Impuls

Karakteristik FO

Beberapa keuntungan FO:

– very wide bandwidth

– immunity from electromagnetic interference

– immunity from cross talk

– security : difficult to tap

Communications:
Photonics versus Electronics

Satellites

• Data transmitted through electromagnetic (radio) waves through free space

• Data modulated on a collimated microwave beam from ground station to satellite

• Transponder Circuit on satellite receives and retransmits to destination

• Satellite has many transponders, each with a frequency band

• Each channel has high bandwidth (500 MHz) and multiplexes many links

• Satellites used for communications are stationary

• Very Small Aperture Terminal (VSAT) : Small diameter receivers (Antennas , Dishes) used with finely focused beams

Satellites (lanjutan)

Satellites (Lanjutan)

Satellites (Lanjutan)

• One Computer connected with each VSAT

• Central computer connected to HUB

• Central site broadcasts to all VSATs on single frequency

• Each VSAT transmits on different frequency

• Central station identifies destination on broadcast

• VSAT–To–VSAT communication done through the HUB

Terrestrial Microwave

• Line-of-sight microwave communication through the earths atmosphere

• Distance : > 50km

• Drawback : Interference by weather conditions

Radio

•Lower frequency radio waves used between a fixed termination point (Base station) and distributed computers: cordless (wireless) links

Radio (Lanjutan)

•For wider area, multiple base stations are arranged in a cell structure : each base stations has a band of frequencies different from its neighbors.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s