Matematika Diskrit

Posted: Januari 13, 2010 in Logika Matematika

Referensi

Pustaka

Kenneth H. Rosen, Discrete Mathematics and its Applications, 5th edition.

On the Web

http://www.math.itb.ac.id/~diskrit/

(berisi informasi perkuliahan dan slide dalam .ppt file)

Cabang matematika yang mempelajari tentang obyek-obyek diskrit.

Berbagai masalah yang dapat dipecahkan dengan menggunakan matematika diskrit:

Ada berapa cara untuk menentukan password yang valid untuk suatu sistem komputer?

Ada berapa alamat internet yang valid?

Bagaimana memetakan genetik manusia? (Genome project)

Berapa peluang untuk menang dalam suatu undian?

Apakah ada link antara dua komputer dalam suatu jaringan komputer?

Bagaimana mengatur jadwal take-off/landing/parkir pesawat-pesawat di bandara?

Bagaimana menentukan lintasan terpendek antara dua kota dengan menggunakan sistem angkutan umum?

Bagaimana mengurutkan suatu kumpulan data?

Mengapa belajar Matematika Diskrit ?

Landasan berbagai bidang matematika: logika, teori bilangan, aljabar linier dan abstrak, kombinatorika, teori graf, teori peluang (diskrit).


Landasan ilmu komputer: struktur data, algoritma, teori database, bahasa formal, teori automata, teori compiler, sistem operasi, dan pengamanan komputer (computer security).

Mempelajari latar belakang matematis yang diperlukan untuk memecahkan masalah dalam riset operasi (optimasi diskrit), kimia, ilmu-ilmu teknik, biologi, telekomunikasi, dsb.

Silabus

Logika

Mathematical reasoning

Induksi dan rekursi

Pencacahan (Counting)

Prinsip dasar

Prinsip sarang merpati

Permutasi dan kombinasi

Koefisien binomial

Peluang diskrit

Teknik pencacahan

Relasi

Logika

Penting untuk bernalar matematis

Logika: sistem yg didasarkan atas proposisi.

Proposisi: pernyataan yang bernilai benar atau salah, tapi tidak kedua-duanya.

Kita katakan bahwa nilai kebenaran dari suatu proposisi adalah benar (T) atau salah (F).

Berkorespondensi dengan 1 dan 0 dalam dunia digital.

Contoh Proposisi

“Gajah lebih besar daripada kucing.”

Contoh Proposisi (2)

“1089 < 101”

Contoh proposisi (3)

“y > 15”

Contoh proposisi (4)

“Bulan ini Februari dan 24 < 5.”

Contoh proposisi (5)

“Jangan tidur di kelas.”

Contoh proposisi (6)

“Jika gajah berwarna merah,

mereka dapat berlindung di bawah pohon cabe.”

Contoh proposisi (7)

“x < y jika dan hanya jika y > x.”

Menggabungkan proposisi

Seperti dalam contoh sebelumnya, satu atau lebih proposisi dapat digabung membentuk sebuah proposisi majemuk (compound proposition).

Selanjutnya, notasi proposisi diformalkan dengan menggunakan alfabet seperti p, q, r, s, dan dengan memperkenalkan beberapa operator logika.

Operator Logika

Negasi (NOT)

Konjungsi – Conjunction (AND)

Disjungsi – Disjunction (OR)

Eksklusif Or (XOR)

Implikasi (JIKA – MAKA)

Bikondisional (JIKA DAN HANYA JIKA)

Tabel kebenaran dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana operator-operator tsb menggabungkan proposisi-proposisi.

Negasi (NOT)

Operator Uner, Simbol: Ø

Conjunction (AND)

Operator Biner, Simbol: Ù

Disjunction (OR)

Operator Biner, Simbol: Ú

Exclusive Or (XOR)

Operator Biner, Simbol: Å

Implikasi (JIKA – MAKA)

Implikasi p ® q adalah proposisi yang bernilai salah jika p benar dan q salah, dan bernilai benar jika lainnya.

Implikasi p ® q

Jika p, maka q

Jika p, q

p mengakibatkan q

p hanya jika q

p cukup untuk q

Syarat perlu untuk p adalah q

q jika p

q ketika p

q diakibatkan p

q setiap kali p

q perlu untuk p

Syarat cukup untuk q adalah p

Contoh Implikasi

Implikasi

“Jika hari ini hari Jumat maka 2+3 > 7.”

bernilai benar untuk semua hari kecuali hari Jumat, walaupun 2+3 > 7 bernilai salah.

Kapan pernyataan berikut bernilai benar?

“Jika hari tidak hujan maka saya akan pergi ke Lembang.”

Bikondisional
(JIKA DAN HANYA JIKA)

Operator Biner, Simbol: «

Pernyataan dan Operasi

Pernyataan-pernyataan dapat digabungkan dengan operasi untuk membentuk pernyataan baru.

Pernyataan yang Ekivalen

Pernyataan Ø(PÙQ) dan (ØP)(ØQ) ekivalen secara logika, karena Ø(PÙQ)«(ØP)(ØQ) selalu benar.

Tautologi dan Kontradiksi

Tautologi adalah pernyataan yang selalu benar.

Contoh:

R(ØR)

Ø(PÙQ)«(ØP)(ØQ)

Jika S®T suatu tautologi, kita tulis ST.

Jika S«T suatu tautologi, kita tulis ST.

Tautologi dan Kontradiksi (2)

Kontradiksi adalah pernyataan yang selalu bernilai salah.

Contoh:

R(ØR)

Ø(Ø(PÙQ)«(ØP)(ØQ))

Negasi dari suatu tautologi adalah suatu kontradiksi, negasi dari kontradiksi adalah suatu tautologi.

Konversi, Kontrapositif, & Invers

q ® p disebut konversi dari p ® q

Øq ® p disebut kontrapositif dari p ® q

Øp ® q disebut invers dari p ® q

Ekspresi Logika

Contoh 4. Ubah ke dalam ekspresi logika:

“Anda mempunyai akses internet hanya jika anda mahasiswa Matematika ITB atau anda bukan mahasiswa TPB”

Solusi. Misal a : “Anda punya akses internet”

m: “Anda mhs Matematika ITB”

f : “Anda mhs TPB”

a ® (m Ú Ø f)

Ekspresi Logika (2)

Soal 1. Ubah kedalam ekspresi logika.

“Anda tidak boleh naik roller coaster jika tinggi anda kurang dari 100 cm, kecuali usia anda sudah melebihi 16 th.”

“Saya akan ingat tentang kuliah besok hanya jika kamu mengirim sms.”

“Pantai akan erosi ketika ada badai”

Puzzle Logika

Predikat & Kuantifier

Pernyataan “x > 3” punya 2 bagian, yakni “x” sebagai subjek dan “ adalah lebih besar 3” sebagai predikat P.

Kita dpt simbolkan pernyataan “x > 3” dengan P(x). Sehingga kita dapat mengevaluasi nilai kebenaran dari P(4) dan P(1).

Subyek dari suatu pernyataan dapat berjumlah lebih dari satu.

Misalkan Q(x,y): x – 2y > x + y

Kuantifikasi Universal

“P(x) benar untuk semua nilai x dalam domain pembicaraan”

x P(x).

Soal 2. Tentukan nilai kebenaran x (x2 ³ x) jika:

x bilangan real

x bilangan bulat

Untuk menunjukkan x P(x) salah, cukup dengan mencari satu nilai x dalam domain shg P(x) salah.

Nilai x tersebut dikatakan contoh penyangkal (counter example) dari pernyataan x P(x).

Kuantifikasi Eksistensi

“Ada nilai x dalam domain pembicaraan sehingga P(x) bernilai benar”

$x P(x).

Soal 3. Tentukan nilai kebenaran dari $x P(x) bila P(x) menyatakan “x2 > 12” dan domain pembicaraan meliputi semua bilangan bulat positif tidak lebih dari 4.

Negasi

“Setiap mhs dalam kelas ini telah mengambil Kalkulus I” [x P(x)]

Apakah negasi dari pernyataan ini….?

“Ada seorang mhs dalam kelas ini yang belum mengambil Kalkulus I” [ $x Ø P(x)]

Jadi, Ø x P(x) º $x Ø P(x).

Negasi (2)

Soal 4. Carilah negasi dari pernyataan berikut:

“Ada politikus yang jujur”

“Semua orang Indonesia makan pecel lele”

Soal 5. Tentukan negasi dari:

x(x2 > x)

$x (x2 = 2)

Kuantifier Bersusun
(Nested Quantifier)

x y (x+y = y+x)

berarti x+y = y+x berlaku untuk semua bilangan real x dan y.

x $y (x+y = 0)

berarti untuk setiap x ada nilai y sehingga x+y = 0.

x y z (x+(y+z) = (x+y)+z)

berarti untuk setiap x, y dan z berlaku hukum asosiatif x+(y+z) = (x+y)+z.

Soal-soal

Soal 6. Artikan kalimat ini dalam bhs Indonesia:

x (C(x) Ú y ( C(y) Ù F(x,y))),

bila C(x) : “x mempunyai komputer”,

F(x,y): “x dan y berteman”,

dan domainnya adalah semua mhs di kampus.

Soal 7. Bagaimana dengan berikut ini:

$x y z((F(x,y) Ù F(x,z)  (y  z)  F(y,z))

Soal 8. Nyatakan negasi dari pernyataan

x $y (xy=1).

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s