Desain Grafis

Posted: Januari 13, 2010 in Desain

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).

Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Batasan Media

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

Prinsip dan unsur desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Peralatan desain grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

Daftar Software Desain Grafis

Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis:

Desktop publishing:

Adobe Photoshop

Adobe Illustrator

Adobe Indesign

Coreldraw

GIMP

Inkscape

Adobe Freehand

Webdesign:

Macromedia Dreamweaver

Microsoft Frontpage

Notepad

Audiovisual:

Adobe After Effect

Adobe Premier

Final Cut

Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash

Rendering 3 Dimensi:

3D StudioMax

Maya

AutoCad

1. Prinsip Keseimbangan

Prinsip keseimbangan dalam kehidupan kita sehari-hari dapat diterapkan dalam mendesain. Sangat sederhana, keseimbnagan adalah kesamaan distribusi dalam bobot. Kita yang mendesain dengan keseimbangan cenderung merasakan keterkaitan bersama, kelihatan bersatu dan perasaan harmonis.

2. Prinsip Titik Fokus (dominasi) penekanan

Banyaknya informasi visual baik dari media televisi, iklan di internet, presentasi multimedia dan banyak desain. Seringkali segala sesuatu menjadi hambar tanpa ada satu fokus informasi. Oleh karena itu, pada saat mendesain multimedia design dibutuhkan prinsip titik fokus.

3. Prinsip Ritme (Irama)

Prinsip ritme bagaiakan “tempo” dalam musik, ras perpindahan dari chord satu ke chord yang lain, suatu aliran, pola-pola menonjol, atau tekanan. Ritme dalam desain grafis merupakan pola yang diciptakan dengan mengulang atau membuat variasi elemen, dengan pertimbangan yang diberikan terhadap ruang yang ada diantaranya, dan dengan membangung rasa perpindahan dari satu elemen ke elemen yang lainnya.

Kunci sukses membangun sebuah desain berdasarkan ritme adalah mengerti perbedaan antara pengulangan dan variasi. Pengulangan adalah mengulang elemen beberapa visual atau seluruhnya secara konsisten sedangkan variasi adalah perubahan sejumlah elemn, misalnya warna, ukuran, bentuk, ruang, posisi, dan bobot visual dari sebuah elemen.

4. Prinsip Kesederhanaan (proposional)

Proposrional merupakan kemudahan pembaca dalam memahami sebuah desain. Sebuah desain dibuat sesederhana mungkin tanpa mengesampingkan keindahan sebuah desain. Desain yang baik adalah desain yang tidak terlalu rumit, njlimet kayak benang ruwet. Proporsional juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang proporsional.

Seringkali desaianer yang terjebak dengan desain abstrak dan njlimet menemui kesulitan untuk membuat ulang desain tersebut.

5. Prinsip Kesatuan

Prinsip kesatuan dalam desian grafis adalah prinsip cara mengorganisasi seluruh elemen dalam suatu tampilan multimedia. Anda harus mengerti garis, bnetuk, warna, tekstur, kontras nilai, format, keseimbangan, titik fokus, ritme untuk mencapai kesatuan tersebut. Dengan kata lain, seorang desainer harus mengetahui cara mengorganisasi elemen dan membangun ikatan atau hubungan.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s