Data dan Informasi

Posted: Januari 13, 2010 in Sistem Basis Data

Data dan Informasi

Data :

Adalah fakta mengenai objek, orang dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka, deretan karakter, atau simbol).

Informasi :

Adalah hasil analisis dan sintesis terhadap data.

Informasi dapat dikatakan sebagai data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang, entah itu manajer, staff, ataupun orang lain di dalam suatu organisasi atau perusahaan

Basis Data

Beberapa definisi basis data (database) :

Chou : mendefinisikan basis data sebagai kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam tatacara yang khusus.

Fabbri dan Schwab : Basis data, adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan pengulangan data.

Date : Basis data dapat dianggap sebagai tempat untuk sekumpulan berkas data terkomputerisasi.

Basis Data (2)

Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).

Basis Data (3)

Basis Data (4)

Basis data tidak hanya sekedar kumpulan berkas (tabel), tetapi juga mencakup hal-hal lain, seperti hubungan antar tabel, view (tabel yang bersifat logis, yang merupakan paduan sejumlah medan milik sejumlah tabel), dan bahkan kode yang disebut prosedur tersimpan.

KOMPONEN SISTEM BASIS DATA

Dalam sebuah sistem basis data, secara lengkap akan terdapat komponen-komponen utama sbb:

Perangkat Keras (Hardware)

Sistem Operasi (Operating System)

Basis Data (Database)

Sistem (Aplikasi/Perangkat Lunak) Pengelola Basis Data (DBMS)

Pemakai (User)

Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat opsional)

Kriteria Basis Data

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :

Bersifat data oriented dan bukan program oriented.

Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.

Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.

Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah

Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.

Tujuan Basis Data

Prinsip utama basis data adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibilitas dan kecepatan dalam pengambilan data kembali. Adapun Tujuan basis data diantaranya adalah sebagai berikut :

Efisiensi meliputi speed, space dan accurancy.

Menangani data dalam jumlah besar.

Kebersamaan pemakaian (Sharebility).

Meniadakan duplikasi dan inkonsistensi data.

Bahasa Basis Data

Sebuah system basis data menyediakan dua tipe bahasa yaitu :

DDL (Data-definition Language) tipe bahasa yang dipergunakan untuk menspesifikasikan skema basis data

MDL (Data-manipulation Language) tipe bahasa yang dipergunakan untuk mengekspresikan queri atau update basis data.

Data-definition Language

Skema basis data dispesifikasikan oleh sekumpulan definisi dengan sebuah bahasa khusus yang disebut data-definition language (DDL). Hasil kompilasi DDL berupa tabel-tabel yang disimpan dalam sebuah file, disebut data dictionary (kamus data). Kamus data adalah sebuah file yang berisi metadata. File ini yang dikonsultasikan dahulu sebelum data yang sebenarnya dibaca atau dimodifikasi oleh system basis data.

Data-manipulation Language

Adalah bahasa untuk memanipulasi data yaitu:

Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data

Penyisipan informasi baru ke basis data

Penghapusan informasi dari basis data

Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data

Query adalah statemen yang ditulis untuk mengambil informasi. Bagian dari DML yang menangani pengambilan informasi ini disebut bahasa query.

Data Integration

Database System Architecture

Adi Pratomo

adiprtm@yahoo.com

Abstraksi Data

Kegunaan utama sistem basis data adalah agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan abstraksi dari data. Bayangan mengenai data tidak lagi memperhatikan kondisi sesungguhnya bagaimana satu data masuk ke database disimpan dalam sektor mana, tetapi menyangkut secara menyeluruh bagaimana data tersebut dapat diabstraksikan mengenai kondisi yang dihadapi oleh pemakai sehari-hari. Sistem yang sesungguhnya, tentang teknis bagaimana data disimpan dan dipelihara seakan-akan disembunyikan kerumitannya dan kemudian diungkapkan dalam bahasa dan gambar yang mudah dimengerti oleh orang awam.

Abstraksi data merupakan tingkatan/level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data.

Level Arsitektur basis data

Ada tiga kelompok pemakai (tiga level) dalam tingkatan abstraksi saat memandang suatu database.

Level Arsitektur basis data menurut ANSI/SPARC terbagi atas tiga level yaitu :

Internal/Physical Level :

berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage)

Conceptual/Logical Level :

yang menghubungkan antara internal & external level

External /View Level :

berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap user.

Level Arsitektur basis data (2)
External /View Level

Adalah level user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya.

programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, PASCAL, Visual Basic, dll

end user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi

pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.

Level Arsitektur basis data (3)
Conceptual/Logical Level

Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data. Tidak seperti level eksternal maka pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual

Level Arsitektur basis data (4)
Internal/Physical Level

Adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.

The Three-Schema Architecture

Mapping : Proses mengubah permintaan (requests) dan hasil (result) diantara level

External/Conceptual Mapping :

Yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level eksternal dan level konseptual.

Conceptual/internal Mapping :

Yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level konseptual dan level internal. Pemetaan ini menjelaskan bagaimana record & field pada level konseptual direpresentasikan pada level internal.

Contoh dalam sebuah basis data pegawai, ketiga level digambarkan sebagai berikut :

Pada level eksternal, User yang menggunakan program Java mempunyai sisi pandang level eksternal dimana pegawai direpresentasikan dalam sebuah record yang ditulis dengan sintaks Java

Demikianlah pula user yang menggunakan program database Microsoft SQL Server mempunyai sisi pandang level eksternal dimana pegawai direpresentasikan dalam sebuah record yang ditulis dengan query Microsoft SQL Server.

Pada level konseptual, basis data mengandung informasi tentang sebuah entity yang disebut EMPLOYEE.

Setiap EMPLOYEE mempunyai sebuah EMP_NUMBER(6 karakter), DEP_NUMBER(4 karakter), dan

SALARY (5 digit desimal).

Pada level internal, para pegawai direpresentasikan oleh STORED_EMP, panjang 20 byte.

STORED_EMP terdiri atas 4 field yaitu: satu field untuk flag/pointer, 6 byte,

tiga field untuk atribut pegawai.

Model Data

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema.

Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data, hal ini dikenal sebagai model basis data atau model data.

Model Data,

Yang dimaksud dengan model data adalah sekumpulan tool konseptual untuk mendeskripsikan / menggambarkan data, relasi-relasi (hubungan) antar data, semantic (makna) data & konsistensi konstrain (batasan) data.

Model Data (2)

Berdasarkan tipe dari konsep, model data dibagi menjadi :

High level (conceptual) data models

Menyediakan konsep tentang bagaimana users memahami / menjabarkan / memetakan data-data

Konsep yang menggunakan entities, attributes, dan relationships.

Representational (implementation) data models

Menyediakan konsep yang dipahami oleh end users

Model basis data tradisional yang menggunakan relational data model

Low level (physical) data models

Menyediakan konsep yang menjabarkan detail bagaimana data disimpan (stored) di komputer.

Dalam perancangan basis data, model data secara umum dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu:

Model data berbasis objek

2. Model data berbasis record

3. Model data fisik

Model Data Berbasis Objek

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

Entity-relationship model (ER)

Semantic data model

Functional data model

Model Data Berbasis Objek (2)

Entity-relationship Model

E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek yang disebut entity, dan hubungan antar objek (entity) tersebut disebut relationship. Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entity mempunyai atribut yang membedakannya dengan entity lainnya.

Contoh : entity Mahasiswa, mempunyai atribut nomor induk mahasiswa, nama, alamat.

Model Data Berbasis Objek (3)

Pemodelan data dengan model E-R menggunakan diagram E-R. Simbol-simbol dalam diagram E-R terdiri dari :

Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan entity

Elips, menggambarkan atribut-atribut entity

Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entity

Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R

Model Data Berbasis Objek (4)

Contoh Entity-relationship Model

Model Data Berbasis Record

Model Relasional ( Relational Model)

model relasional menggunakan kumpulan tabel-tabel untuk merepresentasikan data & relasi antar data-data tersebut. Setiap tabel terdiri atas kolom-kolom, dan setiap kolom mempunyai nama yang unik.

Model Data Berbasis Record (2)

Contoh Model Relasional ( Relational Model)

Model Data Berbasis Record (3)

Model Jaringan (Network Model )

Data dalam model jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record (Pascal), dan relasi antara data direpresentasikan oleh record & link. Link dipandang sebagai pointer. Record-record diorganisasikan sebagai graf.

Model Data Berbasis Record (4)

Model Jaringan (Network Model )

Model Data Berbasis Record (5)

Contoh Model Jaringan (Network Model )

Model Data Berbasis Record (6)

Model Hirarki (Hirarchical Model)

Mirip dengan model jaringan.Data direpresentasikan dalam record dan link (pointer). Perbedaannya adalah, record-record diorganisasikan sebagai tree (pohon) dan masing-masing node pada tree tersebut merupakan record/grup data elemen.

Model relasional berbeda dengan model jaringan & hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link.

Model Data Berbasis Record (7)

Model Hirarki (Hirarchical Model)

Model Data Berbasis Record (8)

Low level (physical) data models

Physical data model

Menjelaskan / menjabarkan bagaimana data disimpan di komputer dengan menyajikan informasi seperti record formats, record orderings, dan access path.

Access path adalah suatu struktur yang membuat pencarian (search) terhadap record tertentu di dalam database menjadi lebih efisien.

Data Integration

Database Design Process

Adi Pratomo

adiprtm@yahoo.com

Database Design Process

Proses perancangan basis data dilakukan dengan merancang struktur logik dan fisik (logical and physical structure) dari satu atau lebih basis data untuk mengakomodasi kebutuhan informasi dari pengguna didalam suatu organisasi.

Tahapan perancangan basis data

Tahap pengumpulan requirement dan analisa

Tahap pembuatan conceptual database design

Tahap pemilihan DBMS

Tahap Data model mapping / pembuatan logical database design

Tahap pembuatan physical database design

Tahap implementasi sistem basis data

Data Content and Structure Database Application

Phase 1 : Requirements Data Processing

Collection Requirement Requirement

and analysis

Phase 2 : Conceptual Conceptual Transaction and

Database Schema Design Application Design

Design (DBMS-independent) (DBMS-independent)

Phase 3 : Choice

of DBMS

Phase 4 : Data Model Logical Schema frequencies

Mapping and View Design performance

(Logical Design) (DBMS-dependent) constraints

Phase 5 : Physical Internal

Design Schema Design

(DBMS-dependent)

Phase 6 : System DDL Statements Transaction and

Implementation SDL Statements Application

and Tuning Implementation

Users
(System Owners)

Merupakan pihak yang membutuhkan, mengusulkan, meminta pengembangan sistem informasi

Contoh :

Pimpinan suatu perusahaan yang menginginkan pengembangan sistem informasi untuk bagian akuntansi.

Manajer Sistem Informasi yang meminta pengembangan sistem untuk mendukung kinerja perusahaan.

Users
(System Users)

Internal system users

Pengguna yang berada didalam lingkungan sistem sebagai bagian utama dari sistem.

Pekerja di sebuah perusahaan seperti : staf akuntansi, teller, manajer, dll.

External system users

Pengguna yang berada diluar lingkungan sistem, namun merupakan bagian dari sistem.

Pelanggan, pemasok, dll

Users
System Analyst

mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan (requirements)

yaitu mengumpulkan informasi-informasi dari system owner dan system user yang dibutuhkan untuk perancangan sistem.

Sebagai jembatan antara orang-orang yang terlibat didalam pengembangan sistem.

Menjabarkan keinginan system owner dan system user ke dalam bahasa yang dipahami system designer dan system builder.

Users
(System Designer)

Database Administrator (Administrator Basis Data)

Administrator basis data adalah orang yang bertanggungjawab terhadap pemberian kuasa pengaksesan database, mengoordinasikan dan memonitor penggunaannya, serta menyediakankan hardware dan software yang dibutuhkan.

Bertanggung jawab terhadap strategi yang berhubungan dengan pengolahan data di suatu perusahaan atau organisasi. Selain hal tersebut, DBA adalah orang yang bertanggungjawab terhadap implementasi strategi tersebut secara teknis.

Users
(System Designer)

mendefinisikan skema konseptual

yaitu memutuskan informasi apa saja yang akan dihasilkan oleh suatu basis data. Dalam hal ini DBA bertugas mendefinisikan objek (entity) yang terlibat pada perancangan basis data. Proses ini disebut dengan Logical Database Design (kadang-kadang disebut Conceptual Database Design). Setelah DBA menentukan muatan dari basis data maka DBA akan menyusun skema konseptual menggunakan DDL (data definition language). Kemudian dengan DBMS, skema tersebut diimplementasikan.

mendefinisikan Skema Internal

selain menentukan skema konseptual dari basis data, DBA juga bertanggung jawab terhadap desain penyimpanan data secara fisik.

Users
(System Designer)

mensosialisasikan hasil rancangan baik konseptual & internal ke user

Dalam hal ini tugas DBA adalah menyakinkan user bahwa data-data yang mereka perlukan semua telah tersedia & membantu user untuk mengimplementasikan rancangan tersebut dalam DDL.

mendefinisikan aturan-aturan sekuriti & integritas data

mendefinisikan prosedur-prosedur back-up & recovery

memonitor performansi system & menangani perubahan-perubahan yang ada.

Users
(System Builder)

Database Programmers

Bertanggung jawab untuk membangun atau membuat suatu sistem basis data secara fisik sesuai dengan spesifikasi rancangan logik dari database designer (DBA).

Seorang spesialis di bidang teknologi dan bahasa basis data (databases languange and technology) yang membangun, memodifikasi, dan menguji struktur dan program basis data yang dipergunakan serta mengelolanya.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s